Perwalian

Perwalian

Rencana Studi

Sebelum mengikuti kegiatan akademik, setiap mahasiswa terlebih dahulu wajib menyusun rencana studi. Rencana studi ini berisi daftar matakuliah yang akan diikuti pada semester yang akan berjalan.

Tahap Pendaftaran

Mahasiswa melaporkan bukti pembayaran uang kuliah/SPP tahun akademik yang bersangkutan ke SBAP untuk mengaktifkan status di aplikasi SITU. Pengaktifan status ini bertujuan agar mahasiswa dapat melakukan kontrak mata kuliah secara online sekaligus mencetak form rencana studi.

Tahap Perwalian

Hal-hal yang harus diperhatikan pada perwalian :

  • Pilih matakuliah pada tingkat terendah terlebih dahulu.
  • Prasyarat matakuliah
  • Untuk menghindari bentrok ujian, usahakan jangan mengambil matakuliah pada tiga tingkat yang berurutan.
  • Kartu hasil studi (KHS) dapat diambil pada saat melakukan aktivasi status di SBAP, dan dibawa bersama-sama dengan hasil cetakan/print-out Form Rencana Studi pada saat pengesahan perwalian dengan Dosen Wali (Wali Akademik).
  • Batas maksimum SKS (satuan kredit semester) yang dapat dikontrak pada saat perwalian ditentukan berdasarkan raihan IP (indeks prestasi) dengan ketentuan sebagai berikut :

0,00 ≤ IP ≤ 1,99           dapat mengambil maksimal 16 sks

2,00 ≤ IP ≤ 2,49           dapat mengambil maksimal 18 sks

2,50 ≤ IP ≤ 2,99           dapat mengambil maksimal 20 sks

3,00 ≤ IP ≤ 3,49           dapat mengambil maksimal 22 sks

3,50 ≤ IP ≤ 4,00           dapat mengambil maksimal 24 sks

Mahasiswa yang tidak memiliki Kartu Hasil Studi (KHS) karena tidak aktif kuliah/cuti, dapat mengontrak maksimal 16 SKS.

Mahasiswa yang tidak melakukan perwalian pada jadual yang telah ditetapkan dapat dikenakan sanksi berupa pemotongan SKS.

 

Tahap Perubahan Rencana Studi / PRS (Add & Drop)

  • Mahasiswa diperkenankan mengubah, menambah, atau membatalkan mata kuliah yang diambilnya berdasarkan persetujuan dosen wali

PRS hanya dapat dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan pada kalender akademik, dan apabila mahasiswa terlambat melakukan PRS, maka mahasiswa hanya berhak atas hasil rencana studi pada perwalian sebelumnya.

loading